Bagaimana bila Pekerja Sampah Mogok Mengurus Limbah Medis Covid-19

Bagaimana bila Pekerja Sampah Mogok Mengurus Limbah Medis Covid-19?
99judiqq

99judiqq - Siapa pahlawan sampah sesungguhnya ? para pemulung sampah ataukah Menteri LHK dan jajarannya yang masih memperjuangkan pelarangan plastik sekali pakai atau para pengusaha yang hanya pandai bersilat lidah memanfaatkan jasa pemulung sampah ?

Pemulung sampah adalah pahlawan penyejuk bumi, tapi mereka terzalimi oleh hedonisme penguasa dan pengusaha.
Mereka para elit, berdebat masalah ramah lingkungan.
Hanya ingin memenuhi keinginannya mendapatkan keuntungan materil semata.

Mungkin banyak yang tidak memahami dan menyadari bahwa pekerja sampah tidak bisa dihentikan sama sekali.
Mereka dibiarkan bekerja tanpa diperhatikan keselamatan diri dan keluarganya.
Mereka tiap hari bergumul dengan sampah yang berbau menyengat.

Kalau semua aktivitas pemulung atau pekerja sampah dihentikan.
Bisa jadi mereka-mereka penguasa yang bertugas melayani manusia produsen sampah tersebut, kehidupannya juga bisa istirahat.


Tapi akankah terjadi demikian.
Tentu tidak mungkin, kecuali bila dunia sudah berahir.
Karena yang bisa menghentikan sampah adalah berahirnya kehidupan.
Begitupun semakin maju peradaban, sampah semakin bertambah. 
Itulah realita kehidupan yang dinamis.

Pemulung atau pekerja sampah bila hentikan aktifitasnya akibat mencegah penyebaran Covid-19.
Tentu masyarakat dan pemerintah ikut stres.
Termasuk perusahaan industri daur ulang serta jaringan bisnis lainnya akan ikut tergerus dan mati alias setop operasional.
Karena bahan bakunya habis atau berkurang.

Begitu pula para petugas pengumpul dan pengangkut sampah di setiap perumahan, perkantoran, pasar dan lain sebagainya.
Mereka-mereka ini tidak mengenal istirahat, hari minggupun bekerja.
Tidak ada istilah #diRumahAja bekerja atau work form home (WFH) karena wabah COVID-19.

Apa kiranya yang terjadi bila sampah-sampah yang masyarakat produksi setiap hari, tidak ada yang mengurusnya.
Bukankah lebih menambah masalah di lingkungan Anda.
Pernahkah dipikirkan bila itu terjadi.

Sadarkah semua itu dibalik hidup diatas kerja mereka, sementara yang lain tidak memahami tanggungjawabnya.
Malah dengan bangga tanpa rasa bersalah memangsa uang sampah.
Hanya berpikir dan memutar balik aturan agar keinginannya tercapai.
Sungguh dosalah Anda bila tradisi itu dipertahankan.

Mungkin salah satu alasan tuhan melalui Covid-19 untuk menyadarkan manusia produsen sampah, khususnya para penguasa dan pengusaha yang kurang peduli pada pekerja-pekerja kebersihan atau pemulung sampah, agar kembali sadar untuk bekerja dengan baik.
Segera memahami dan berhenti berbuat maksiat dalam mengelola sampah.

Tahukah bahwa para pekerja sampahlah yang paling disenangi oleh bumi dan otomatis bagi Tuhan pula.
Pemulung atau para pekerja sampah, setiap hari mencuci bumi.

Di lain sisi para elit pemangku kepentingan (stakeholder) persampahan bersandiwara peduli bumi dan menjual diri atas nama ramah lingkungan.
Masanya pemulung sampah menjadi guru mereka yang berdasi, selama ini menzalimi kerja-kerja persampahan, agar saatnya bisa dihargai dan menghargai pekerjaan Anda sebagai penguasa dan pengusaha yang juga ikut hidup dan ditopang oleh pemulung sampah.

Semoga hari ini dan ke depan, eksistensi pemulung atau pekerja sampah tidak lebih mulia dari pada mereka yang bekerja mengatur uang-uang sampah dan duduk dibalik meja pada gedung-gedung berhawa sejuk seakan merekalah pahlawan sampah.

Siapa pahlawan sesungguhnya? Hanya hati kecil masing-masing dan tentunya Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa yang bisa menilai dengan jujur serta menurunkan magfirah pada mereka yang bekerja jujur dan ihlas.
Semoga para pahlawan semu itu bisa segera sadar bersandiwara mengurus sampah dan memutar balik fakta.

Pemulung sampah sesungguhnya tidak minta belas kasih dengan sebungkus sembako.
Hanya satu permintaan sebagai pekerja sampah, tolong yang di pemerintahan, bekerjalah dengan jujur serta amanah.
Berhentilah mengkalkulasi uang pengelolaan sampah.

Jangan biarkan pemulung atau pekerja sampah, suatu waktu berdoa untuk sebuah kebenaran dan kemasyalahatan, meminta kepada Tuhan Ymk melalui bumi agar ikut membinasakan para mahluk-mahluk jahat yang mengotori jiwa pemulung yang lemah.

Yuk sahabatku para pemulung dan pekerja sampah, ikhlas dan sabarlah bekerja.
Terus semangat, kami Green Indonesia Foundation Jakarta, tetap ada dan berpikir serta bekerja untuk melindungimu.
Share:

Usaha Rongsokan dan Dampaknya bagi Lingkungan Sekitarnya

harga rongsokan aqua gelas harga botol plastik bekas aqua harga limbah plastik per kilo
99judiqq

99judiqq - Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia selain meningkatkan perekonomian juga berdampak pada meningkatnya sampah sangat beragam sekali jenisnya.
Mulai dari sampah industri, sampah rumah tangga, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri sampah seakan menjadi pemandangan yang "lumrah" dijumpai di berbagai sudut kota, pasar, atau tempat-tempat keramaian.
Padahal dinas kebersihan terkait telah memberikan tempat pembuangan sampah sendiri, selain itu berbagai himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya juga telah banyak ditemui.

Sampah plastik menjadi salah satu perhatian. Sebab sampah jenis ini banyak digunakan sebagai wadah atau bungkus makanan, bahan utama barang-barang rumah tangga, dan lain sebagainya.
Meskipun tidak memiliki bobot seberat sampah jenis lainnya, namun justru sampah plastik sangat sulit untuk terurai keseluruhan.

Butuh waktu beratus-ratus tahun untuk menguraikannya.
Seringkali untuk membersihkannya masyarakat memilih untuk membakar, membuangnya di sungai atau menimbunnya dalam tanah.
Hal ini tentu saja bisa menimbulkan masalah baru, yaitu pencemaran tanah, air dan udara.


Dampak dari pembuangan sampah plastik yang tidak tepat ini bisa berimbas baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dampak langsungnya antara lain penyumbatan aliran air, tercemarnya sumber air, dan lain sebagainya.
Untuk dampak tidak langsungnya sendiri yaitu penyakit yang bisa mengintai siapa saja.

Beberapa daerah di Jawa Timur,khususnya Mojokerto dan Jombang sampah plastik ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai usaha sampah plastik atau yang dikenal dengan rongsokan.

Usaha ini cukup banyak diminati oleh masyarakat pedesaan.
Tidak hanya sampah plastik saja yang bisa dijual kembali, namun ada pula sampah besi,tembaga,buku, kardus, kaleng bekas, dan lain sebagainya.
Adanya usaha rongsokan ini dinilai sangat membantu pengolahan kembali sampah yang ada di masyarakat.

Sehingga lingkungan bisa sedikit terbebas dari sampah.
Ekonomi masyarakat yang didaerah yang banyak terdapat usaha rongsokan juga meningkat, karena selain menjadi pengusaha rongsokan, tidak sedikit pula yang menjadi buruh untuk mensortir rongsokan yang ada.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa pengusaha rongsokan di Dusun Kalitangi, Desa Watesumpak,Trowulan, Mojokerto, pendapatan rata-rata yang diperoleh oleh para pengusaha rongsokan yaitu antara Rp 3.000.000 - Rp 4.000.000 setiap bulannya.
Akan tetapi, apabila harga rongsokan mengalami penurunan makan mereka hanya bisa memperoleh pendapatan Rp 2.000.000 - Rp 2.500.000 setiap bulannya.

Harga jual rongsokan plastik rata-rata Rp 6.000- Rp 7.200 per kilogramnya, sedangkan rongsokan kardus dan buku-buku berkisar antara Rp 5.000- Rp 6.000 per kilogramnya.
Rongsokan yang harganya cukup mahal adalah besi, yaitu berkisar Rp 8.000 - Rp 9.000 perkilogramnya.
Untuk rongsokan besi sendiri, dibedakan berdasarkan beberapa kategori dari jenis,usia dan bahan campurannya.

Pengusaha rongsokan memperoleh rongsokan ini dari orang-orang yang berkeliling desa untuk membeli barang bekas yang dimiliki oleh masyarakat desa, dan ada pula orang-orang yang berkeliling untuk mencari di tempat sampah atau lingkungan sekitar pemukiman masyarakat.

Selain dari para pengumpul individu, para pengusaha rongsokan ini umumnya juga akan membeli beberapa puluh kilogram rongsokan tergantung dari ketersediaan yang diperoleh dari pengepul yang ada dikota.
Selanjutnya rongsokan tersebut akan disortir, mana yang masih bisa di jual kembali dan mana yang tidak.

Rongsokan yang telah disortir akan di tampung dalam karung-karung besar, dan disusun meninggi dirumah-rumah para pengusaha rongsokan ini.

Rata-rata dari pengusaha rongsokan memilih halaman rumah mereka sebagai tempat usahanya.
Apabila tidak memiliki halaman rumah yang luas, mereka bisanya juga menyewa halaman rumah tetangga atau membeli tanah disekitar tempat tingga mereka, untuk memudahkan saat ingin beristrirahat dirumah.

Rongsokan siap jual yang beratnya dapat mencapai ratusan kilogram ini selanjutnya akan di angkut kedalam truk atau mobil pick up untuk diserahkan ke pabrik yang membutuhkan sampah daur ulang.
Sedangkan limbah dari rongsokan seringkali hanya dibakar, atau juga dijual kembali kepada para pengrajin batu bata merah.

Namun yang sangat disayangkan, masih banyak pula pengusaha rongsokan yang belum memahami pengolahan limbah rongsokan yang baik.

 Limbah yang tidak terjual kembali akan dibakar jika telah membumbung tinggi.
Asap hitam pekat dengan aroma tidak sedap sudah menjadi hal biasa.

Akibatnya tidak sedikit pula masyarakat yang harus menderita.
Kebanyakan masyarakat yang terpapar mengeluhkan sesak nafas,batuk dan gangguan pernafasan.
Pengetahuan yang rendah terhadap pengolahan limbah rongsokan menjadi masalah baru yang timbul.

Hal ini tentu tidak dapat diabaikan begitu saja, mengingat dampak kesehatan yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitarnya cukup parah.
Pemerintah perlu turun tangan untuk membantu masyarakat menemukan solusi apa yang sekiranya tepat menanggulangi limbah rongsokan yang ada.

Selain itu, keterbatasan modal untuk mengolah kembali limbah rongsokan yang ada menjadi kendalanya.
Pemberian pengetahuan dasar serta bantuan materi terkait dengan pengolahan limbah rongsokan kepada para pengusaha rongsokan ini dapat dilakukan sebagai langkah nyata.

Kegiatan usaha rongsokan ini akan memberikan dampak positif yang cukup besar bagi lingkungan, utamanya dalam menanggulangi sampah apabila penanganan limbah rongsokan yang mulanya dibakar oleh para pengusahanya dapat diatasi dengan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan.
Sebab apabila limbah rongsokan ini terus dibakar, bukannya tidak mungkin apabila banyak masyarakat sekitar yang terjangkit ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut akan semakin meningkat jumlahnya.
Share:

Nyaris Tewas Digigit Ular

Wa Selmi (7), warga Desa Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, nyaris tewas setelah digigit dan dililit ular piton yang panjangnya sekitar 7 meter, saat hendak ke kebunnya, Rabu (1//5/2019) sore.
99JudiQQ

Seorang bocah bernama Wa Selmi (7), warga Desa Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, nyaris tewas setelah digigit dan dililit ular piton yang panjangnya sekitar 7 meter, saat hendak ke kebunnya, Rabu (1//5/2019) sore.

Beruntung bocah tersebut di selamatkan sang ayah, Halimi, dari lilitan ular piton tersebut. “Kita naik ke kebun, saat naik, saya pikul jerigen air, dia duluan di depan beberapa meter dari saya.

Tiba-tiba dia bertariak, mama, mama, dia langsung terbaring dan langsung dililit dengan ular,” kata Halimi, Jumat (3/5/2019).

Halimi melihat kaki kanan anaknya telah digigit ular dan tubuhnya telah dililit ular. Ia langsung memotong ular tersebut dengan parang, sehingga ular tersebut kemudian melepaskan lilitannya.

Melihat ular berjalan memasuki semak-semak, sambil menggendong anaknya, Halimi turun ke kampung dan memanggil warga.

Sementara itu, Wa Selmi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Muna untuk mengobati kakinya yang mengalami luka akibat gigitan ular.
Share:

Kelebihan Bos Wanita

Ilustrasi
99JudiQQ

Seiring dengan kemajuan kesetaraan gender, posisi teratas di perusahaan kini tak lagi didominasi oleh pria.

Sudah banyak tuh, wanita yang jadi pemimpin di dunia kerja. Istilah yang sering dipakai saat ini adalah lady boss.

Pria dan wanita memang beda, sehingga dalam kepemimpinan pun mereka memiliki gaya dan pendekatan yang berbeda.

Misalnya saja dalam kemampuan berkomunikasi yang dianggap lebih lincah dan juga mahir melakukan beberapa tugas sekaligus (multitasking).

Menurut Presiden Direktur Watsons Indonesia, Lilis Mulyawati, dalam kemampuan manajerial sebenarnya perempuan bisa sama dengan koleganya yang laki-laki, bahkan lebih.

Tanggung jawab pada urusan domestik semacam itu, menurut Lilis, memang tidak sebesar pada kaum pria.

Ditambahkan oleh Yenny Wahid, fenomena lady boss memberikan sentuhan yang berbeda dalam lingkungan pekerjaan.

Perempuan yang sudah berhasil mencapai puncak karier, menurut dia, berarti sudah membuktikan dirinya seorang pekerja keras.
Share:

MRT 2021

Pusat informasi MRT Jakarta berbentuk kereta di Taman Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019). Pusat informasi akan melayani masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang semua hal yang berkaitan dengan transportasi massal yang akan mulai beroperasi pada bulan Maret mendatang.
99JudiQQ

Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan, Moda Raya Terpadu (MRT) dengan light rail transit (LRT) ditargetkan terintegrasi di Dukuh Atas pada tahun 2021.

Kedua moda transportasi massal itu akan dihubungkan dengan jembatan khusus pejalan kaki. Ia mengatakan, sisi selatan akan terhubung dengan LRT pada bagian bawahnya.

Ketika ditanya perkiraan rampungnya proyek tersebut, pihaknya belum bisa memberi kepastian. Namun, sejauh ini, proyek integrasi tersebut diperkirakan rampung pada 2021.

Selain menghubungkan MRT dengan LRT Jabodebek, proyek jembatan ini juga disebut bakal mempermudah penumpang yang transit dari dan menuju Halte Dukuh Atas di Jalan Sudirman.

Kawasan Dukuh Atas merupakan kawasan TOD (transit-oriented development) pertama di Jakarta. Menurut rencana, Dukuh Atas akan menjadi simpul pertemuan enam

Moda transportasi massal, yakni MRT, LRT Jakarta dan Jabodebek, commuter line, Railink Bandara, serta transjakarta.

Di samping LRT Jakarta dan LRT Jabodebek, empat moda transportasi lainnya saat ini sudah beroperasi dan singgah di Dukuh Atas. PT MRT Jakarta merupakan master developer pengembangan TOD di kawasan yang dilintasi MRT.

Beberapa stasiun MRT lain juga telah terhubung dengan moda transportasi massal seperti transjakarta.

Kamaluddin mengatakan, integrasi serupa masih akan digenjot di stasiun MRT lainnya. Dalam waktu dekat, pihaknya tengah menggarap integrasi Stasiun MRT ASEAN dengan Halte CSW.
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Postingan Terbaru