Seorang Anak Diduga Bunuh Ayah Kandung di Kebumen

Ilustrasi jenazah.
99JudiQQ

Haryanto (75), warga Desa Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ditemukan tewas di rumahnya. Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno mengatakan, korban diduga dibunuh anak kandungnya, Srireso Menawi (51).

Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh warga setempat, Munawir (45), Jumat (19/4/2019) pukul 13.30.

Saksi kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat Desa Pujodadi yang diteruskan ke Polsek Bonorowo.Polisi kemudian mengamankan terduga pelaku yang hidup berdua bersama korban.

Suparno mengatakan, terduga pelaku sempat melakukan perlawanan, tetapi akhirnya dapat dikendalikan petugas.

Dalam peristiwa tersebut, polisi juga menyita barang bukti, seperti palu, parang, bantal, dan kasur berlumuran darah.

"Informasinya, terduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Hal ini masih kami selidiki. Jika benar, dimungkinkan tersangka melakukan penganiayaan saat penyakitnya kambuh. Jika memang ada indikasi ke arah sakit gangguan jiwa, akan kami arahkan ke rumah sakit jiwa," kata Suparno.

Share:

Mahasiswa Perlu Membangun Karir dan Citra Diri Sejak Tingkat Tiga

Ilustrasi milenial
99JudiQQ

Mahasiswa diharapkan mulai memikirkan karir sejak dini dan perlu adanya pengenalan tentang dunia kerja.

Menjawab hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya menggelar wicara interaktif bertajuk Revolusi Industri 4.0 yang dikemas dalam acara Fantastic di Gedung Pascasarjana ITS Sabtu, (6/4/2019) lalu.

Ali Fikri, ketua pelaksana acara, menyebutkan Fantastic ini bertujuan memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang dunia pascakampu

Sejak tingkat 3 

Gelar wicara ini turut menghadirkan sosok berpengalaman di dunia kerja seperti Christopher Tobing (Managing Director Big Change Agency), Avicena Hustatiningtyas (Manajer Pengembangan Bisnis), dan Alfiano Fuadi (Manajer Pengontrol Cabang di PT Paragon Technology and Innovation).

Avicena, salah satu pembicara, memberikan beberapa tips agar bisa bersaing di dunia kerja. Menurutnya, mahasiswa seharusnya sudah memikirkan karirnya minimal sejak berada di tingkat tiga.

Selain itu, seorang mahasiswa harus memiliki rasa penasaran yang tinggi dan dapat membangun citra diri.

Tidak tergantikan mesin 

Dilanjutkan oleh Alfiano Fuadi, ia mengatakan bahwa sejak sekitar tahun 2016, Indonesia sudah memasuki era revolusi industri 4.0.

“Di mana Artificial Intellegent, Internet of Thing, dan nanoteknologi bukan lagi sesuatu yang asing,” ujar pria yang akrab disapa Fuad ini.

Sehingga dengan adanya otomatisasi ini, peran manusia akan berkurang. Maka untuk menghadapi hal tersebut, ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki manusia.

Sektor pilihan terbanyak 

Fuad mengatakan di tahun 2020 akan ada beberapa sektor industri yang akan menjadi pilihan terbanyak di dunia.

Seperti sektor di bidang teknologi dan pemikiran komputasi, kecerdasan sosial dan literasi media, dan lain sebagainya.

Menurut Fuad, walaupun manusia akan digantikan robot, tapi yakinlah suatu saat nanti pasti ada pekerjaan yang tak bisa dilakukan robot.

Share:

Contohlah Ini, Praktik Jual Beli di Manila Saat Wabah Corona

Contohlah Ini, Praktik Jual Beli di Manila Saat Wabah Corona
99judiqq

99judiqq - Orang-orang yang ingin berbelanja, tua muda, lelaki perempuan, melaksanakan physical distancing di musim pagebluk (wabah penyakit) virus Corona.

Mereka warga Manila.
Ibu kota Filipina.
Nampak dengan jelas, warga yang hendak membeli bahan-bahan kebutuhan pokok rela diatur sedemikian rupa.
Agar tidak terinfeksi virus mematikan, COVID-19.

Menggambarkan dengan sangat apik.
Betapa warga harus mau melaksanakan jaga jarak dan hindari kontak fisik demi memutus mata rantai penyebaran virus SARS tipe baru berukuran nano, Corona.


Mulai dari pertama kali hadir ke lokasi jual beli, pengelola dan aparat sudah menerapkan FIFO alias first in first out.
Maksudnya, siapa yang datang pertama kali akan menempati lokasi antrian paling depan untuk mendapatkan layanan.

Mereka tidak disuruh paksa antri sambil berdiri.
Kursi-kursi dalam jumlah terbatas disediakan. Jarak antara kursi satu dengan kursi terdekatnya, sekitar 1,5 sampai 2 meter.
Tentu untuk menghindari droplet atau cairan yang dikeluarkan dari mulut orang akibat batuk, bersin dan pilek.

Droplet dari orang yang terpapar virus Corona, memang tengah menjadi musuh global mancanegara saat pagebluk ini.

Barisan kursi yang diduduki calon pembeli rapi. Ketika saatnya tiba, bergiliran memasuki area jual beli.
Pilah-pilih sayuran, bumbu, daging, ikan, buah dan segala macam bahan kebutuhan pokok yang masing-masing orang butuhkan.

Saat transaksi jual beli pun antre.
Tertib dan rapi.
Pembeli mematut-matut dulu komoditi yang hendak ia beli.
Tidak berebutan, berjubelan dan senggol-senggolan.

Pembeli cukup seorang diri mencari apa yang hendak ia beli.
Tapi dengan waktu yang standar alias tidak boleh terlalu berlama-lama.
Sementara pedagang juga melayani pembeli dengan tetap menerapkan #jagajarak dan hindari kontakfisik.

Amankah?

Minimal saat wilayah mereka menerapkan status lauk-daun, lock-don't atau donlot seperti banyak dipelesetkan (maksudnya LOCKDOWN), tapi pemenuhan kebutuhan bahan pokok sehari-hari tetap disediakan.

Pemenuhannya pun mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan otoritas setempat.

Berdasarkan situs worldometers.info yang menghitung secara rinci perkembangan jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia, per Sabtu (18/04/2020) pukul 22.30 wib, jumlah total kasus COVID-19 di FILIPINA mencapai 6.087 kasus.
Penambahan kasus baru 209 kasus.
Jumlah kematian 397 jiwa, dan pasien sembuh mencapai 516 orang.

Bandingkan dengan INDONESIA, dimana jumlah total kasus COVID-19 mencapai 6.248 kasus.
Penambahan kasus baru 325 kasus.
Jumlah kematian 535 jiwa, dan pasien sembuh 631 orang.

Atau, bandingkan dengan SINGAPURA dimana jumlah total kasus COVID-19 mencapai 5.992 kasus.
Penambahan kasus baru 942 kasus.
Jumlah kematian 11 jiwa, dan pasien sembuh 740 orang.

Sedangkan di MALAYSIA, jumlah total kasus COVID-19 mencapai 5.305 kasus.
Penambahan kasus baru 54 kasus.
Jumlah kematian 88 jiwa, dan pasien sembuh 3.102 orang.

Tak tahulah bagaimana protokol kesehatan yang diterapkan Pemerintah Kota Manila untuk lokasi jual beli.
Atau seperti di pasar rakyat tadi.

Tapi pastinya tidak jauh beda dengan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Ya, Kemendagri kita sudah merilis Pedoman Umum Menghadapi Pandemi COVID-19 bagi Pemerintah Daerah.

Isinya, mengatur protokol kesehatan di banyak area.
Misalnya untuk Layanan Perpustakaan, Pemusnahan Narkoba, Perdagangan Pasar Rakyat, Area Pendidikan, Lembaga Pemasyarakatan, Pilkada 2020, bahkan Panduan Penatalaksanaan Jenazah Suspect COVID-19 dan masih banyak lagi.

Nah, sebelum kita lihat bagaimana protokol kesehatan di tempat perdagangan pasar rakyat atau pasar, sesuai Pedoman Umum itu, mari tengok dulu bagaimana kondisi keramaian jual beli di Pasar Rakyat Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Nampak belum semua penjual di pasar ini mengenakan masker.
Pembeli pun demikian.
Entah itu masker berbahan kain atau masker berbahan scuba yang semakin masif dijual.

Meski begitu, banyak juga penjual yang pakai masker.
Tukang jual sayur, tempe dan masih banyak lagi.

Sekilas, hampir semua warga - penjual dan pembeli - di Pasar Rakyat Pamulang, Tangsel sudah mengenakan masker wajah.
Mereka memahami betapa ganasnya “si lelembut” virus Corona.
Masker, berfungsi menahan masuknya cairan droplet dari orang terinfeksi COVID-19 menjalar melalui saluran pernafasan.

Itu juga yang tertuang dalam “Pedoman Umum” Kemendagri untuk Protokol Perdagangan Pasar Rakyat (lampiran 19).

Tertulis:
* Pengelola Pasar, Pedagang dan Pembeli wajib menjaga kesehatan dan kebersihan diri sendiri dan lingkungan pasar;

* Pedagang wajib menjaga barang yang diperjualbelikan agar tetap higienis, simpan dan susun ditempat yang bersih.

* Pedagang dan Pembeli wajib menggunakan sarung tangan dan masker kesehatan apabila menderita flu/batuk.

* Pedagang dan pembeli ikut waspada/tanggap dengan informasi update COVID-19

Hari Minggu (19/04/2020) merupakan hari kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya, termasuk di Kota Tangsel.
Hendaknya, petugas jangan sekadar memantau pelanggaran yang dilakukan warga yang berkendara mobil dan motor saja.

Terjunlah ke pasar rakyat, pasar tradisional, pasar modern dan pusat perbelanjaan dan sebagainya.
Pecah kerumunan warga.
Terapkan aturan jaga jarak dan hindari kontak fisik (physical distancing).

Tegur dan beri sanksi edukatif bagi siapa saja yang tidak mengenakan masker.

Terapkan “Pedoman Umum” yang sudah dirilis Kemendagri.
Jangan jadikan itu hanya sekadar pelengkap dan teori tanpa implementasi.

Eh, tambahan lagi.

Jangan cuma membebek minta penerapan PSBB.
Tapi sudahkah hal itu dilanjutkan dengan melaksanakan “Pedoman Umum”, misalnya protokol di tempat publik untuk penanganan COVID-19.

Itu tertuang di lampiran 10.
Antara lain disebutkan:

* Menyediakan pos kesehatan di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

* Mempromosikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dengan cara memasang poster mengenai pentingnya cuci tangan dan tata cara cuci tangan yang benar.

* Pastikan tempat umum memiliki akses untuk cuci tangan dengan sabun dan air atau pencuci tangan berbasis alkohol.

* Tempatkan dispenser pembersih tangan di tempat-tempat strategis dan mudah dijangkau masyarakat di tempat umum serta dan pastikan dispenser ini diisi ulang secara teratur.

Kerja tambahan deh buat kita semua.
Utamanya perangkat kota untuk jangan sekadar menertibkan pelanggaran penerapan PSBB.
Tapi juga sertai dengan menyediakan utilitas yang disebutkan dalam “Pedoman Umum” barusan.

PSBB itu kerja.
Memenuhi segala kebutuhan untuk penanganan pandemi virus Corona.
Bukan berbangga dengan status kewilayah.
Apalagi cuma memburu dan mengenakan sanksi bagi warga yang melanggarnya saja.
Share:

Tetap Saja, Mie Instanlah Pilihan Utamanya

Tetap Saja, Mie Instanlah Pilihan Utamanya....
99judiqq

99judiqq - Dimana-mana, anak-anak itu lbih memilih mie instan dibandingkan makanan rumahan, walau kita selalu memberikan makanan-makanan bergizi, entah makanan rumahan yang dimasak sendiri atau pergi ke restoran.

Ketika masih kecil, jika pulang dari manapun, yang dicarinya adalah mie instan.

Ah, kadang frustasi untuk melarang anak-anak untuk tidak makan mie instan.
Tetapi, ternyata memang ada waktu2 nya saja.

Kebiasaan untuk minta dibikinkan mie instan, sudah tidak dilakukan lagi, ketika mereka menuju remaja, bahkan lupa dengan mie instan ketika mereka dewasa.

Tetapi, ketika anak Tinggal di Jepang sejak tahun 2017 lalu, salah satu titipannya untuk dibawa kesana adalah mie instan!

Astagaaaaaa

Tidak mungkin aku tidak membelikan dan membawakannya! Ini pesanannya untuk di bawa ke Jepang.
Kesana untuk memeluknya dan untuk membawakan barang-barang dan pesanannya, lalu apakah ada alasan aku tidak membawakannya?

Mie instan sebenarnya tidak jelek-jelek amat, ketika kita tidak memakannya setiap hari dan setiap saat.
Bukan ketika dia dan Dennis masih kecil, setiap saat yang ditanyakan adalah mie instan.

Lagipula, toh memang sejak SMA pun, dia jarang sekali minta dibuatkan mie instan.
Sehingga, dengan senang hati aku membelikannya untuk aku bwa ke Jepang.

Eh, bukan aku menjadi longgar untuk memberikan banyak mie instan untuknya, tetapi ini adalah tanda kebahagiaanku untuk nya.
Beberapa banyak yang aku bisa bawa, dan biasanya ketika aku membuka puluhan mie instan yang dipesannya, dia pasti membaginya kepada sahabat2nya dari Indonesia.

Seperti berulang kali aku terbang ke Jepang, inilah yang terjadi.

Setelah 1 bulan dia terbang ke Jepang pada bulan Mei 2017 lalu, agen anak saya sempat ke Jakarta untuk mengurus pekerjaannya.
Dia menelponku dan mengatakan, anak saya titip untuk dibelikan berbagai rasa mie instan.

Dengan bahagia, aku langsung membeli berbagai rasa mie instan yang dipesan anak.
Kususun ke box kain untuk kuberikan pada agen, dan dibawa ke Jepang kepada anakku.

Waktu demi waktu aku terbang ke Jepang, mie instan lah yang utama yang dia pesan.
Sehingga, tanpa ditanya pun aku pasti menyiapkan mie instan cukup banyak.
Minimal 50 sampai 60 bungkus mie Instan untuk kubawa.
Bukan semuanya dia makan sendiri, tetapi dia pasti membagikannya kepada teman2nya dari Indonesia.

Seperti yang terjadi, ketika musim panas tahun 2019 aku datang dari Jakarta, besoknya dia mengundang beerapa temannya untuk berbagi makanan yang aku bawakan untuknya.
Dan, sekali lagi, justru mie instanlah yang menjadi sasaran utama,

Anak-anak itu, sahabat2 anak saya itu senang sekali mendapat mie instan dariku.
Ya mereka adalah anak-anak ku juga di Jepang. Ketika anak kita berada di rantau, dak kita menjenguk mereka, kita menjadi ibu dari mereka!
Mereka bermanja-manja dengan ku, dan aku pun memanjakan mereka, jika kita berjalan2 bersama.

Itulah anak-anak, walaupun dia sudah dewasa dan mandiri, dan sudah berumur 20 tahun, bukan berarti dia melepas sifat kekanakannya, justru jika aku ada disana, diapun kembali lagi bermanja dengan ku.
Dan saat itu, aku sangat berbahagia.
Share:

Bijak Mengkonsumsi Suplemen Vitamin C

Bijak Mengkonsumsi Suplemen Vitamin C
99judiqq

99judiqq - Sejak mewabahnya pandemi Covid 19, berbagai produk yang berbau pencegahan virus corona pun naik daun.
Tidak hanya masker dan hand sanitizer yang  hilang dari pasaran, Berbagai suplemen dan vitamin peningkat daya tahan tubuh pun seperti menjadi barang yang langka.

Sebenarnya masyarakat yang terlalu panik sehingga melakukan aksi borong secara berlebihan pada produk-produk tersebut.
Jika kita cerdas sebenarnya ada banyak alternatif pangan dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh.
Hal yang paling utama adalah memahami kandungan pangan apa yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Vitamin C adalah nutrisi utama yang dipercaya  dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Produk-produk vitamin C hilang dipasaran seakan-akan menjadi produk yang ampuh dalam melawan virus corona.
Padahal dari sebuah artikel saya membaca bahwa vitamin C yang ada pada buah dan sayuran lebih bertahan lama didalam tubuh dibanding vitamin C yang ada didalam suplemen.


pada hakekatnya penggunaan suplemen vitamin c hanyalah untuk memenuhi kekurangan kandungan vitamin C dari bahan pangan yang kita konsumsi, jadi apabila anda meminum suplemen secara berlebihan akan sia-sia karena akan terbuang dari tubuh kita.
Seringkali suplemen yang kita konsumsi menawarkan 1.000 miligram vitamin C.
Apakah itu tepat ?

Tubuh kita hanya membutuhkan vitamin C sebesar 90 Mg untuk laki-laki dewasa dan 75 mg untuk wanita dewasa.
Apabila kita mengkonsumsi lebih dari itu maka hanya akan diekresi dari tubuh kita bersama urine.
Jika tidak percaya coba lihat urine anda di pagi hari akan tampak keruh ketika sebelumnya anda mengkonsumsi suplemen pada malam hari.
Dapat dipastikan jika anda malah membuat ginjal anda bekerja keras.

Pada prinsipnya  Vitamn C membantu penyerapan zat besi dari makanan kita.
Apabila kita berlebihan mengkonsumsi vitamin C maka akan meningkatkan zat besi berlebihan yang berujung merusak  Jantung, Hati, Pankreas, tiroid dan sistem saraf pusat.

Tentu lebih merekomendasikan para pembaca untuk memilih buah-buahan dalam memenuhi asupan vitamin C,  penggunaan suplemen alangkah baiknya digunakan apabila memang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk memenuhinya dari buah-buahan ataupun sayuran.

Vitamin C sendiri sebenarnya salah satu nutrisi yang mudah rusak.
Vitamin C sangat lemah dengan panas, jadi apabila anda salah dalam mengolah bahan pangan maka kandungan vitamin c dapat hilang.
Salah satu solusi terbaik mengkonsumsi buah adalah dengan memakannya utuh ataupun dengan dijus.
dengan cara demikianlah maka vitamin c dapat diserap oleh tubuh dengan baik.
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Postingan Terbaru