Tips Bisnis dari Dua Pengusaha Kreasi

Ilustrasi
99JudiQQ

Dalam berbisnis memang dibutuhkan trik-trik khusus yang bisa menjadi tolak ukurb isnis tersebut akan berjalan lancar atau tidak.

Bila Anda ingin membuat bisnis sesuai kreativitas berikut rangkuman tips dari dua orang pengusaha kreatif di Indonesia.

Menurut Sanjung, pemilik bisnis merchandise dan souvenir handmade yang bisnisnya telah merambah pasar internasional mengatakna, dalam berbisnis tidak boleh ada kata menyerah.

Apalagi, dia melihat tipikal anak muda sekarang terlalu mudah bosan dengan apa yang sedang di kerjakan.

Sanjung juga menyarankan agar memperbanyak jaringan antar sesama pembisnis. Menurut dia, anak muda saat ini lebih mudah untuk memperbanyak relasi pertemanan. Hal ini dilihat dari segi pola bertemannya dan maraknya media sosial.

Untuk mempermudah dalam membangun bisnis, Sanjung menyarankan untuk berkolaborasi bersama teman dalam merintis usaha. Karena bisnis yang dimulai dari bawah harus banyakkesabaran dan membutuhkan waktu lama.

Sementara Diana, seorang pebisnis artisan pun mengatakan hal yang sama. Menurut dia, dalam berbisnis tidak boleh ada kata menyerah.

Selani itu, Diana berpesan untuk memilih bisnis yang sesuai hobi. Dengan memilih bisnis sesuai kemampuan dan hobi, pekerjaan apapun yang dijalani tidak akan menjadi beban.
Share:

Mobil Dinas yang Dibobol Maling

Mobil dinas yang diparkir di halaman kantor Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, dibobol maling di siang hari pada Selasa (9/4/2019).
99JudiQQ

Sebuah mobil dinas yang terparkir di halaman kantor Bupati Mamuju, Sulawesi Barat dibobol maling dengan cara memecahkan kaca mobil pada Senin (8/4/2019).

Setelah memecahkan kaca mobil, pelaku berhasil membawa kabur satu unit laptop dan uang bantuan sosial senilai Rp 11 juta yang baru dicairkan dar isalah satu bank.

Insiden pembobolan kaca mobil ini terjadi di halaman parkir kantor Bupati Mamuju. Mobil dinas tersebut baru parkir selama 30 menit di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah yang dikonfirmasi mengenai kejadian ini mengatakan bahwa kasus pencurian dengan memecahkan kaca mobil baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

Kasus pencurian di lingkungan kantor lembaga pemerintahan ini juga baru pertama kal iterjadi.

Diapun menuturkan kronologi kejadian kasus pecah kaca mobil ini. Kejadian ini bermula saat salah seorang staff kesra di kantor tersebut mengambil uang disalah satu bank di Mamuju.

Usai mencairkan uang dana bansos, staf kesra tersebut langsung menuju kantor Bupati Mamuju untuk urusan lain. Dia meninggalkan uang sejumlah Rp 11 juta dan laptop didalam mobil.

Setelah sekitar hampir 30 menit, staf kesra tersebut kemblai ke lokasi mobil di parkir. Dia kaget melihat kaca bagian depan mobilnya sudah pecah. Sementara uang dan laptop sudah raib.

Menurut Syamsuriansyah, kuat dugaan pelaku sudah membuntuti korban sejak dari bank usai mencairkan dana bansos tersebut.

Menurut polisi, korban masih dalam kondisi trauma dan belum bisa dimintai keterangan soal uang yang berada di dalam mobil tersebut.

Polisi masih melakukan olah TKP dan masih menyelidiki raibnya dana bansos tersebut. Sejumlah bukti sudha dikumpulkan beserta sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tersebut.
Share:

Pandemi dan Petaka Ekologi

Pandemi dan Petaka Ekologi
99judiqq

99judiqq - Saat ini dunia sedang dihebohkan dengan munculnya penyakit zoonotik baru, yaitu Corona Virus Disease atau biasa disebut COVID-19 yang ditularkan oleh hewan ke manusia.

Virus ini muncul pertama kali di Provinsi Wuhan, Tiongkok dan kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia sehingga WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa penyakit ini resmi menjadi pandemi.
Pandemi sendiri merupakan epidemi atau wabah penyakit yang jangkauannya telah meluas ke beberapa benua ataupun ke seluruh dunia.

Lalu jika kita melihat sejarah pandemi di dunia dapat diketahui bahwa pandemi sudah sering terjadi dan biasanya disebabkan oleh penyakit zoonosis.
Terjadinya pandemi mungkin dipicu oleh berbagai hal, namun pemicu utama terjadinya pandemi adalah interaksi atau hubungan manusia dengan lingkungannya.


Kesejahteraan hidup manusia pada dasarnya didukung oleh lingkungan atau ekosistem tempat mereka hidup, namun akibat keserakahan manusia ekosistem atau lingkungan tersebut dirusak dan hal tersebut menjadi boomerang bagi manusia karena dengan rusaknya ekosistem tersebut maka terjadilah suatu bencana atau petaka yang akan menyerang manusia itu sendiri.

Pandemi merupakan salah satu contoh petaka ekologi yang disebabkan oleh rusaknya ekosistem.
Dengan adanya pandemi yang terjadi di muka bumi kita banyak mengalami perubahan dalam menjalani hidup, contohnya seperti New Normal yang kita jalani sekarang ini.
Berikut beberapa kerusakan ekosistem yang menyebabkan terjadinya pandemi.

1. Deforestasi atau Pengrusakan Hutan 

Deforestasi merupakan salah satu pemicu utama terjadinya pandemi yang disebabkan oleh zoonosis.
Deforestasi sering dilakukan demi kepentingan manusia itu sendiri, seperti untuk memperluas lahan perkebunan, peternakan ataupun pemukiman.
Seperti yang kita ketahui bahwa zoonosis merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia, dan hutan merupakan habitat hewan atau satwa liar yang pada tubuhnya terdapat patogen-patogen penyebab zoonosis.

Nah, dengan terjadinya deforestasi maka jarak kita semakin dekat dengan satwa-satwa liar yang menyebabkan terjadinya interaksi/kontak secara langsung dengan satwa tersebut, dan patogen zoonosis pada satwa liar tersebut dengan mudah berpindah ke manusia sebagai inang baru ataupun berpindah ke hewan-hewan ternak.

Perlu digaris bawahi bahwa patogen-patogen tersebut tidak berbahaya bagi satwa namun bisa menjadi resiko yang besar jika manusia tertular patogen tersebut karena sistem imun dalam tubuh manusia belum beradaptasi dengan patogen tersebut.

Perkiraan Greenpeace, 76%-80% deforestasi ini dipercepat oleh tingginya angka pembalakan liar, penebangan legal, dan kebakaran hutan.
Hal ini sangat berbahaya di masa yang akan mendatang, karena Indonesia merupakan negara tropis dan cenderung hangat sehingga patogen-patogen penyebab zoonosis akan cepat berkembang dan menyebar.

2. Perdagangan Satwa Liar

Selain merusak hutan tidak lupa juga manusia-manusia serakah ini untuk mengambil segala macam satwa yang ada di dalamnya.
Sehingga tidak jarang patogen penyebab zoonosis ini dengan mudahnya berpindah ke manusia.

Satwa-satwa liar ini diambil dari habitat asalnya untuk dijadikan peliharaan, dikonsumsi sebagai obat tradisional, ataupun dijadikan menjadi hiasan.
Melansir dari International Animal Rescue bahwa perdagangan satwa ilegal merupakan bom waktu yang tidak akan pernah tahu kapan itu meledak dan menjadi ancaman yang sulit dikendalikan.

Selama beberapa dekade para ahli mengatakan bahwa ada risiko wabah penyakit dalam perdagangan satwa, jadi ini bukan hal yang mengejutkan ketika saat ini terjadi ledakan Covid-19.

Selain itu, perdagangan satwa ilegal tidak hanya kejam, tapi juga mengurangi keanekaragaman hayati dan spesies, serta melanggengkan jaringan mafia ilegal, hal ini turut menambah rantai perdagangan satwa ilegal.

3. Sanitasi Lingkungan

Sanitasi dan kebersihan lingkungan juga mempunyai andil dalam terjadinya pandemi.
Sanitasi merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat di suatu lingkungan, sanitasi berkaitan dengan penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah yang baik dan memadai.

Sanitasi dapat mencegah munculnya penyakit menular dan dapat mengendalikan timbulnya penyakit dengan cara pengendalian faktor-faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan penyakit.

Hal ini juga berhubungan erat dengan migrasi dan meledaknya jumlah penduduk (overpopulasi), dengan dua faktor ini pandemi menjadi lebih mudah terjadi.

Saat populasi di suatu daerah melonjak naik maka lahan yang dibutuhkan semakin banyak sehingga banyak warga yang akhirnya tingggal di daerah kumuh dan jauh dari kata bersih.

Penyakit-penyakit  ini muncul saat warga mengonsumsi air yang sudah tercemar bakteri, dengan menginjak feses hewan yang di dalamnya terdapat parasit ataupun akibat pengolahan limbah yang tidak efektif di sekitar pemukiman.
Beberapa pandemi yang terjadi akibat kurangnya kebersihan/sanitasi lingkungan adalah kolera, pes, dan tipus.



4. Perubahan Iklim

Dilansir dari Coaction Indonesia secara historis, beberapa pandemi yang disebarkan melalui vektor (hewan/serangga yang menyebarkan penyakit, contoh: nyamuk, kutu, dst) akan lebih luas dan cepat penyebarannya jika berada pada daerah dengan suhu yang lebih tinggi, salah satu contohnya adalah malaria.

Lalu sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan dengan jelas hubungan Covid-19 dengan iklim, hal ini dikarenakan penyebaran covid-19 pada daerah tropis maupun subtropis sangat cepat.
Tetapi dapat kita ketahui juga bahwa perubahan iklim yang terjadi pada suatu ekosistem dapat mempengaruhi perilaku virus dalam bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Sehingga virus-virus ini dapat dengan mudah menginfeksi manusia karena virus-virus ini berevolusi dengan cepat pada inang yang baru.

Selain itu perubahan iklim juga dapat  menyebabkan beberapa bencana seperti banjir dan naikya permukaan air laut, nah pada saat itu patogen-patogen yang terdapat di tanah tercampur air sampai ke pemukiman warga dan menginfeksi warga.
Serta dengan adanya bencana banjir akan memaksa warga untuk mengungsi dan memudahkan virus atau bakteri penyebab penyakit menyebar dengan cepat karena berada pada keramaian.

5. Adaptasi Patogen

Dan yang terakhir adalah adaptasi patogen, adaptasi patogen merupakan salah satu akibat dari perubahan lingkungan yang ekstrem.
Patogen-patogen ini dapat beradaptasi dan berevolusi dengan sangat cepat saat menemukan inang yang baru, hal ini dikarenakan  siklus hidup patogen seperti virus dan bakteri cenderung pendek sehingga memaksa mereka untuk beradaptasi dengan cepat.

Patogen-patogen ini beradaptasi sehingga dapat hidup di tempat dan suhu yang ekstrem hal ini dikarenakan patogen-patogen ini berkembang dan bertahan dipengaruhi faktor abiotik seperti suhu dan kelembaban.
Dan tidak mudah menemukan obat ataupun vaksin untuk mematikan virus-virus tersebut, perlu riset yang panjang agar vaksin tersebut dapat digunakan secara massal.

6. Perluasan Daerah Kebun dan Ternak

Hal ini merupakan kelanjutan dari deforestasi hutan, hutan digunduli dan dijadikan lahan baru untuk peternakan dan perkebunan.
Hal ini membuat hubungan manusia dengan satwa liar menjadi sangat rentan konflik dan  mempermudah patogen-patogen pada satwa liar menular ke hewan ternak dan kemudian menular ke manusia.
Konflik antara manusia dan satwa seringkali terjadi akibat alih fungsi hutan, dalam hal ini hewan yang merasa bahwa tempat itu masih menjadi daerah kekuasannya, namun manusia yang tidak sadar mengira bahwa hewan lah yang masuk ke daaerah manusia.
Lalu terjadilah konflik saat satwa liar ini mulai memakan hewan ternak warga.
Patogen-patogen penyebab penyakit ini biasanya ada di air liur satwa, rambut, ataupun bangkai sehingga dengan adanya konflik yang melibatkan satwa, penyakit zoonosis menjadi lebih cepat menyebar dan menginfeksi warga.

Dari kelima poin di atas dapat kita lihat bagaimana pentingnya menjaga lingkungan atau ekosistem agar tidak terjadi pandemi.
Namun, jika melihat keadaan dunia sekarang ini sangat memungkinkan pandemi zoonosis akan muncul kembali di masa yang akan mendatang, terutama di daerah tropis yang memiliki banyak satwa seperti di Indonesia.
Salah satu cara yang bisa dilakukan agar pandemi berikutnya tidak terjadi adalah dengan tidak merambah dan merusak hutan demi pembangunan lahan hal ini akan berakibat fatal jika terus dilakukan, lalu dengan cara meningkatkan penelitian mengenai ekologi parasit agar dapat melihat resiko epidemi penyakit yang berpotensi menjadi pandemi, dan deteksi dini penyakit yang berpotensi pandemi untuk menurunkan resiko pandemi selanjutnya.
Kita sebagai manusia sangat bergantung pada ekosistem atau lingkungan tempat kita tinggal, jadi sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga lingkungan.
Share:

Upacara Online, Akankah Mengurangi Esensi Hari Kemerdekaan?

Upacara Online, Akankah Mengurangi Esensi Hari Kemerdekaan?
99judiqq

99judiqq - Perayaan HUT RI yang jatuh di hari Senin seakan membuat jiwa traveling saya bergejolak mengingat adanya long weekend.
Seketika saya mengajak teman semasa kuliah untuk membuat planning traveling apalagi sudah banyak tempat wisata yang dibuka selama new normal ini.

Tiba-tiba teman saya mengatakan dirinya harus standby di rumah karena adanya upacara virtual memperingati HUT 75 RI.
Ini karena ada surat edaran untuk mengikuti upacara online di instansinya di salah satu BUMN.S

Baru tahu terdapat surat edaran dari Mensesneg nomor B-457/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2020 tentang Partisipasi Menyemarakan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020,

Salah satu poin menjelaskan bahwa sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dan pencegahan Covid19 maka upacara HUT 75 RI hanya dihadiri oleh undangan terbatas.


Sebagai gantinya akan diadakan upacara virtual yang dapat diikuti oleh masyarakat umum khususnya dari kalangan PNS, BUMN, TNI/Polri ataupun instansi pemerintah lainnya.

Teman saya berkelakar bahwa dirinya hanya menyiapkan kemeja putih saja karena nanti hanya menampilkan wajah dan badan bagian atas saja.
Baru kali ini diminta oleh instansi untuk wajib mengikuti upacara online.

Infonya di instansinya memberlakukan sanksi administrasi jika tidak ikut dalam upacara online tersebut.
Muncul pertanyaan dalam hati.

Apakah esensi makna upacara HUT RIA akan berkurang seiring diterapkan upacara online?

Secara personal saya berpendapat bahwa pasti ada sesuatu yang hilang dengan beralihnya upacara konvensional ke media virtual.

Kita sudah paham betul bahwa Upacara HUT RI begitu sakral karena menjadi peringatan lahirnya NKRI serta menghormati semua perjuangan pahlawan bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Tidak heran HUT RI pun seakan ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat.
Melihat penampilan Paskibraka yang telah berlatih keras untuk mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka, mendengarkan pembacaan UUD 1945 dan Pancasila, sambutan pembina upacara hingga mendengarkan lagu dan atraksi yang disiapkan oleh panitia.

Sejak masa pemerintahan Jokowi bahkan tamu undangan diminta menggunakan pakaian adat yang membuat acara HUT RI semakin semarak dan berwarna.
Namun sepertinya tahun ini akan terasa berbeda.

Jika pada upacara konvensional akan menggunakan pakaian yang sudah ditentukan hingga berbaris rapih.
Kini saya membayangkan bisa saja peserta menggunakan kemeja namun masih menggunakan kolor atau celana pendek.

Ini mengingat peserta hanya mengikuti rangkaian acara dengan posisi setengah badan.
Kondisi ini tentu mengurangi kesiapan dan semangat peserta dalam mengikuti HUT RI.

Jika berkaca pada aktivitas Study from home atau kelas online dimana banyak muncul postingan tentang siswa yang ikut kelas online sambil tidur, makan, mandi, ataupun aktivitas pribadi lainnya.

Hal ini bisa terjadi pada kegiatan upacara online.
Ini mengingat susahnya mengatur sikap orang lain melalui media virtual.

Bagi peserta upacara yang cerdik namun ada perasaan masih ngantuk atau sengaja menghindari ikut upacara online.
Bisa saja mensiasati dengan mengubah nama dengan penulisan connecting.

Cara ini banyak dilakukan oleh pelajar, mahasiswa ataupun pekerja yang melakukan aktivitas daring.
Melalui cara ini seolah-olah peserta hadir namun karena jaringan tidak stabil membuat gadget berusaha mencari jaringan dan wajah tidak muncul di layar.

Semakin hari selalu ada cara dan trick baru yang diciptakan masyarakat untuk mengelabui suatu hal.
Ini pun bisa terjadi saat pelaksanaan upacara online.

Disisi lain meskipun upacara HUT RI tahun ini terasa berbeda karena harus dilakukan secara virtual namun saya mengapresiasi pemerintah dan penyelenggara.

Apresiasi ini karena kondisi pandemi ini telah merubah tata kebiasaan dan aktivitas masyarakat global.
Meskipun ada penerapan protokol kesehatan yang melarang aktivitas yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Pemerintah melalui Sekretaris Negara berusaha merancang agar pelaksanaan HUT RI tetap bisa dilaksanakan secara khidmat dan tetap sesuai aturan protokol kesehatan.

Saya percaya hal ini bukan pekerjaan mudah karena untuk mempersiapkan upacara konvensional saja perlu persiapan matang apalagi tahun ini dengan skema melalui media virtual.

Tantangan tentu sangat besar seperti memastikan peserta online mengikuti proses upacara dengan syarat yang ditentukan, jaringan yang stabil hingga kendala teknis yang dapat mengacaukan proses upacara virtual.

Jika kembali pada judul tulisan saya apakah akan mengurangi esensi kemerdekaan?

Saya mengatakan pasti akan mengurangi namun seberapa besar tergantung dari panitia dan peserta upacara.

Jika kedua pihak bisa bersinergi seperti panitia mempersiapkan segala hal teknis maupun non-teknis dengan matang sehingga proses upacara berlangsung lancar serta peserta berkontribusi dengan hadir dan mengikuti upacara dengan khidmat.
Saya rasa esensi peringatan HUT RI masih dominan dirasakan.

Akan tetapi jika panitia tidak mempersiapkan acara dengan matang sehingga muncul kendala seperti jaringan error ditengah proses serta peserta berpakaian seenaknya sendiri dan mensiasati diri untuk menghindari kehadiran dalam upacara tentu akan membuat esensi upacara berkurang drastis.

Esensi utama dalam upacara adalah kedisplinan, tanggung jawab, rasa syukur dan penghormatan atas jasa para pejuang kemerdekaan.
Jangan sampai kehadiran peserta upacara online hanya terkesan formalitas untuk menghindari sanksi administrasi belaka.

Berharap meskipun upacara HUT RI dilakukan secara virtual bagi PNS, pegawai BUMN, BUMD, TNI/Polri ataupun instansi lainnya tetap bisa menjaga esensi dari upacara tersebut yaitu disiplin, tanggung jawab dan penghormatan kepada perjuangan para pahlawan kemerdekaan.
Share:

Bayern munchen memberikan Trauma Berat kepada Barcelona

Bayern Munchen Memberikan "Trauma Berat" kepada Barcelona
99judiqq

99judiqq - Hasil pertandingan babak perempatfinal Liga Champions yang mempertemukan Barcelona dan Bayern Munchen membuat saya terkejut, seakan tidak percaya dengan drama gol yang jarang terjadi di sepak bola.
Lebih banyak melihat hujan gol itu terjadi pada pertandingan futsal.

Barcelona kalah dengan skor 2-8.
Gol-gol tersebut lahir dari kaki Thomas Mueller, Ivan Perisic, Serge Gnabry, Joshua Kimmich, Robert Lewandowski dan pemain pinjaman dari Barcelona, Coutinho menambah dua gol di menit 87 dan 89.

Sedangkan 2 gol hiburan dari Barcelona tercipta dari kesalahan pemain belakang Bayern Munchen, David Alaba yang berujung gol bunuh diri di menit ke-7 dan satunya lagi lahir dari Luis Suarez di babak kedua.


Jalannya Pertandingan

Barcelona memulai laga dengan sebuah kesalahan fatal.
Mereka membiarkan Bayern Munchen memimpin terlebih dahulu lewat kaki Thomas Muller pada menit ke-4.
Kombinasi bersama Lewandowski membuat para pemain bertahan fokus mengawal pemain asal Polandia itu dan memberikan ruang bagi Muller melepaskan tembakan.
Bola yang menuju sudut kanan bawah membuat Ter Stegen tak mampu menghentikan bola.

Barcelona yang tertinggal dengan gol tersebut tidak tinggal diam.
Pada menit ke-7 Serangan cepat yang dibangun dari sisi kiri membuat pertahanan Munchen cukup kepayahan.
David Alaba yang terburu-buru memotong umpan silang Jordi Alba tak sengaja dengan mudah meneruskannya ke gawang Manuel Neuer.
Skor imbang 1-1.

Kedudukan yang imbang membuat intensitas pertandingan semakin memanas.
Jual beli serangan terus terjadi. Barca memiliki berapa peluang yang
nyaris gol.
Suarez sempat berhadapan satu lawan satu dengan Neuer setelah menerima umpan terobosan Semedo.
Sayangnya, senior Ter Stegen di Timnas Jerman berhasil menepisnya dengan baik.

Barcelona yang lebih banyak menebar ancaman lupa konsentrasi dengan pressing ketat yang dilakukan Thomas Muller dkk.
Kesalahan Semedo dan Sergi Roberto harus dibayar mahal pada menit 21.
Gnabry yang mengirim umpan ke Perisic di sisi kiri lalu mengelabui Gerard Pique sebelum sepakan keras kaki kirinya gagal dihentikan Ter Stegen.

Setelah gol kedua, Bayern Munchen melakukan high pressing yang membuat pertahanan Barcelona kedodoran dan sulit keluar dari pressing tersebut.
Terlihat pada menit ke-27, Lenglet kebingungan melihat umpan chip Goretzka.
Gnabry dengan cepat mencuri star lari dari Lenglet untuk menerima umpan tersebut.
Tanpa ampun sepakan kencangnya menembus gawang Ter Stegen.
Kedudukan 3:1.

Publik terdiam ketika waktu baru memasuki menit ke-31, kedudukan berubah menjadi 4:1.
Muller berhasil mendahului Lenglet dan menuntaskan umpan silang Kimmich.

Bayern Munchen semakin menekan, mereka tidak pernah membiarkan satu orang melakukan pressing sendirian dan mereka juga hampir tidak pernah membiarkan para pemain Barcelona menciptakan ruang untuk menekan.
Meski demikian, papan skor tidak berubah hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pasukan Setien mencoba untuk bangkit dengan pergantian yang dilakukan.
Sergio Roberto digantikan dengan Griezmann.

Akan tetapi, 10 menit pertama di babak kedua masih milik The Bavarian.
Sepakan kaki kanan Perisic memanfaatkan sodoran Lewandowski pada menit 49 masih aman di pelukan Ter Stegen.
Kemudian pada menit ke-53, Lewandowski berhasil membobol gawang Ter Stegen tetapi hakim garis telah mengangkat benderanya.

Bayern Munchen yang menekan lupa mengawal Jordi Alba yang menjadi kreator gol pertama Barcelona.
Alba dengan cepat mengirim umpan ke Suarez.
Kali ini umpannya dimanfaatkan Suarez dengan sempurna yang mengindikasikan bahwa permainan kembali hidup.

Gol tersebut malah membuat Bayern Munchen lebih agresif.
Kali ini giliran para fullbacknya yang menyerang.
Bintang muda Bayern Munchen, Alphonso Davies dengan mudah melewati Semedo dan mengirim bola ke tengah kotak pinalti untuk diselesaikan rekan fullbacknya, Kimmich.

Bayern Munchen yang mewaspadai kebangkitan Barcelona tidak ingin kalah menambah pundi-pundi golnya.
Kali ini, Hans Flick mencoba memasukkan pemain pinjaman dari Barcelona, Philip Coutinho untuk menggantikan Serge Gnabry.

Percobaan ini benar-benar membunuh Barcelona.
Coutinho menjadi aktor dari 3 gol terakhir Bayern Munchen.
1 asist dan dua gol.

Pada menit ke-82, Coutinho melayangkan umpan silang ke Lewandowski yang berdiri tanpa kawalan di kotak pinalti.
Sundulannya tidak mampu dihentikan Ter Stegen.

Kemudian Coutinho mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85 setelah menerima sodoran ringan Thomas Muller.
Gerard Pique yang terlambat mengisi posisinya dimanfaatkan oleh Coutinho untuk memperdaya penerus Manuel Neuer di Timnas Jerman.

Lagi-lagi, Coutinho menunjukkan kelayakannya sebagai salah satu pemain terbaik yang layak diperhitungkan Barcelona.
Lewat kemelut di muka gawang, ia bersama Thomas Muller membuat brace dalam pesta gol Bayern Munchen.

Rasa Trauma Semakin Membayangi Barcelona

Catatan buruk Barcelona bersama Bayern Munchen pernah terjadi.
Pada tahun 2013, Barcelona yang masih diperkuat skuat terbaiknya harus takluk 7 gol tanpa balas dari Thomas Muller cs di semi final.
Akan tetapi, Barcelona kembali bangkit di tahun-tahun berikutnya dan menjuarai Liga Champion pada musim 2014/2015.

Akan tetapi, sejak saat itu Barcelona menjalani masa yang berat di level Liga Champion.
Pada tahun 2016, Atletico menyingkirkan mereka dengan skor terakhir  2-0 di leg kedua.

Kemudian pada tahun 2017, Juventus menghancurkan mereka dengan skor 3-0 di leg kedua.
Tahun berikutnya, giliran sesama klub asal Italia yang menghancurkan Barcelona.
AS Roma yang kalah 1-4 di leg pertama, mengukir 3 gol tanpa balas di leg kedua untuk menghentikan langkah Barcelona.

Pada tahun 2019, giliran klub Inggris, Liverpool yang melakukannya.
Setelah menang 3-0 di Camp Nou, Lionel Messi dkk dihajar 4 gol tanpa balas oleh pasukan Jurgen Klopp dan langkah Barcelona harus terhenti di semifinal.

Giliran tahun ini, 2020, Barcelona yang selalu difavoritkan seakan haus kebobolan.
Margin golnya semakin meningkat.
Bahkan dalam satu leg pun Barcelona kebobolan tak wajar. 
Barcelona menjadi tim pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang kebobolan delapan gol di fase knock-out.
Tidak terbayangkan jika ada leg kedua yang harus dilakoni di Alianz Arena.

Tentunya, ini adalah sebuah traumatis yang tidak bisa dianggap remeh oleh Barcelona.
Rentetan peristiwa kekalahan memalukan dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan perasaan tidak berdaya bagi pemain.
Bahkan, bukan tidak mungkin menghilangkan kepercayaan diri dan kemampuan Mega Bintang mereka, Lionel Messi.

Kekalahan itu akan terus membayangi para pemain, rasa tak berdaya melawan tim-tim papan atas akan selalu ada.
Meskipun keberanian itu ada, kekalahan akan terus membayangi mereka.

Untuk keluar dari trauma itu, Barcelona harus mereformasi pemain secara besar-besaran termasuk Lionel Messi.
Mesin permainan Barcelona setelah kepergian Xavi dan Iniesta menumpu di si kutu.
Barcelona yang masih bergantung dengan Lionel Messi tidak akan berkutik jika melawan tim yang tahu cara mematikan Messi.
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Postingan Terbaru